PONTIANAK POST, PEMANGKAT—Kandidat Wakil
Gubernur dari Partai Golkar, Burhanuddin A Rasyid mengungkapkan bahwa
dirinya sudah mengantongi restu dari DPP PAN, Hatta Rajasa untuk
berpasangan dengan Morkes Effendi. Meski sampai sekarang restu dan
dukungan Hatta itu masih dalam tahap informal, Burhanuddin yakin
keputusan resmi yang nanti diterbitkan oleh DPP PAN tidak akan
melenceng.
Optimisme ini berangkat dari hasil koordinasinya dengan Hatta Rajasa beberapa hari lalu. “Secara prosedural kami sudah lapor ke PAN. Dan DPP tidak membantah pasangan ini (Morkes-Burhanuddin). Hanya saja kita tetap tunggu prosedur, surat tertulis dari DPP,” katanya di sela menghadiri acara silaturahmi dan tumpang salok bersama H Morkes Effendi-Hj Suma Jenny Heryati beserta dirinya dengan masyarakat Desa Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kamis (3/5).
Menurut Burhanuddin, paling lambat keputusan resmi DPP PAN akan diterbitkan pada 16 Mei nanti bersamaan dengan rencana kedatangan Hatta Rajasa ke Kalbar. Dari pembicaraannya dengan Hatta Rajasa, kader PAN ini sangat yakin arah dukungan partainya akan jatuh kepada pasangan Morkes-Burhanuddin. “Sekarang memang sedang menunggu surat keputusan DPP. Tetapi saya yakin dan percaya nanti tidak akan terjadi perubahan,” ungkapnya. Namun, sebagai seorang kader, Burhanuddin mengaku akan tetap menaati semua mekanisme yang ada di internal PAN dan akan tetap menunggu terbitnya surat keputusan resmi.
Optimisme ini berangkat dari hasil koordinasinya dengan Hatta Rajasa beberapa hari lalu. “Secara prosedural kami sudah lapor ke PAN. Dan DPP tidak membantah pasangan ini (Morkes-Burhanuddin). Hanya saja kita tetap tunggu prosedur, surat tertulis dari DPP,” katanya di sela menghadiri acara silaturahmi dan tumpang salok bersama H Morkes Effendi-Hj Suma Jenny Heryati beserta dirinya dengan masyarakat Desa Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kamis (3/5).
Menurut Burhanuddin, paling lambat keputusan resmi DPP PAN akan diterbitkan pada 16 Mei nanti bersamaan dengan rencana kedatangan Hatta Rajasa ke Kalbar. Dari pembicaraannya dengan Hatta Rajasa, kader PAN ini sangat yakin arah dukungan partainya akan jatuh kepada pasangan Morkes-Burhanuddin. “Sekarang memang sedang menunggu surat keputusan DPP. Tetapi saya yakin dan percaya nanti tidak akan terjadi perubahan,” ungkapnya. Namun, sebagai seorang kader, Burhanuddin mengaku akan tetap menaati semua mekanisme yang ada di internal PAN dan akan tetap menunggu terbitnya surat keputusan resmi.
Dalam kesempatan ini, Mantan-Bupati Sambas dua periode itu pun
menyampaikan optimismenya di ajang pilgub nanti. Sebagai seorang muslim,
kata Burhanuddin, optimistis adalah suatu keniscayaan. Khusus di
Kabupaten Sambas, ia yakin akan mampu mengumpulkan 80 persen suara. Hal
ini berkaca pada pengalaman Pilbup Sambas beberapa tahun lalu yang
berhasil dimenangkannya. Dalam pilgub nanti, Morkes-Burhanuddin juga
yakin menang.
Menurut Burhanuddin, untuk meraih kemenangan, kuncinya adalah “duit”. “Tetapi bukan duit yang bergambar seratus ribu. Duit itu yakni doa, usaha, ilmu dan tawakal,” katanya. Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa di Kabupaten Sambas, tingkat partisipasi pemilih relatif rendah. Dalam pilgub yang lalu, sekitar 30 persen pemilih di Kabupaten Sambas tidak menggunakan hak suaranya. Masalah ini menjadi salah salah satu perhatian serius dari pasangan Morkes-Burhanuddin. +
Kata Burhan, ada berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih di Kabupaten Sambas. Salah satunya adalah banyaknya warga Sambas yang tidak bisa memilih karena bekerja di luar negeri. Ke depan, akan diupayakan agar warga yang bekerja di luar negeri ini dapat pulang. “Ada sekitar 30 ribu orang Sambas jadi TKI,” ungkapnya.
Menurut Burhanuddin, untuk meraih kemenangan, kuncinya adalah “duit”. “Tetapi bukan duit yang bergambar seratus ribu. Duit itu yakni doa, usaha, ilmu dan tawakal,” katanya. Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa di Kabupaten Sambas, tingkat partisipasi pemilih relatif rendah. Dalam pilgub yang lalu, sekitar 30 persen pemilih di Kabupaten Sambas tidak menggunakan hak suaranya. Masalah ini menjadi salah salah satu perhatian serius dari pasangan Morkes-Burhanuddin. +
Kata Burhan, ada berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih di Kabupaten Sambas. Salah satunya adalah banyaknya warga Sambas yang tidak bisa memilih karena bekerja di luar negeri. Ke depan, akan diupayakan agar warga yang bekerja di luar negeri ini dapat pulang. “Ada sekitar 30 ribu orang Sambas jadi TKI,” ungkapnya.
Selain itu, akan diupayakan pula untuk menggencarkan
sosialisasi serta merekrut relawan yang membantu pemilih agar dapat
datang ke TPS, misalnya bagi pemilih cacat. Dengan demikian, diharapkan
partisipasi pemilih dapat meningkat. Di tempat yang sama, Morkes
Effendi juga berkeyakinan bahwa PAN akan
berkoalisi dengan Golkar menuju KB 1. “Yang jelas PAN sudah tidak masalah, karena Pak Burhanuddin itu dari PAN,” tegasnya. Bahkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, partai-partai lain juga akan bergabung. Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini optimistis mampu meraih perolehan suara signifikan di Ketapang, KKU, Mempawah, Sambas, serta Kota Pontianak terutama di kampung dalam, Pontianak Timur. Kampung Dalam Kota Pontianak adalah tanah asal ayah kandungnya.
berkoalisi dengan Golkar menuju KB 1. “Yang jelas PAN sudah tidak masalah, karena Pak Burhanuddin itu dari PAN,” tegasnya. Bahkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, partai-partai lain juga akan bergabung. Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini optimistis mampu meraih perolehan suara signifikan di Ketapang, KKU, Mempawah, Sambas, serta Kota Pontianak terutama di kampung dalam, Pontianak Timur. Kampung Dalam Kota Pontianak adalah tanah asal ayah kandungnya.
Saat ini Morkes terus
melakukan pendekatan kepada seluruh kelompok masyarakat yang ada di
Kalbar.Sementara saat dikonfirmasi, Sekretaris DPW PAN Kalbar Sy Izhar
Asyyuri menegaskan, sejauh ini belum ada penetapan resmi dari DPP
terkait bakal calon yang akan diusung PAN pada pilgub nanti.
Menurutnya, restu dan keputusan resmi dari PAN harus dibedakan. “Sampai
detik ini belum ada sepotong surat pun dari DPP PAN yang
mendefenitifkan calon,” kata Izhar yang juga menjabat sebagai ketua tim
pilkada wilayah PAN ini. Tim Pilkada, sambung dia, juga berharap agar
keputusan resmi itu cepat terbit sehingga tidak terkesan
terombang-ambing.
“Harus dipahami, ini bukanlah permainan PAN. Kami memegang teguh aturan di internal partai. Kalau nanti sudah ditetapkan, akan segera disampaikan,” ujarnya.
Terkait rencana kedatangan Hatta Rajasa ke Kalbar, Izhar mengatakan, pihaknya memang meminta agar Ketum DPP PAN itu untuk datang ke Pontianak guna melantik pengurus DPW PAN Kalbar dalam waktu dekat. Jika dalam dua tiga hari ini keputusan terkait pencalonan sudah terbit, kemungkinan kedatangan Hatta Rajasa nanti sekaligus juga untuk mengumumkan keputusan DPP tersebut. (ron)
“Harus dipahami, ini bukanlah permainan PAN. Kami memegang teguh aturan di internal partai. Kalau nanti sudah ditetapkan, akan segera disampaikan,” ujarnya.
Terkait rencana kedatangan Hatta Rajasa ke Kalbar, Izhar mengatakan, pihaknya memang meminta agar Ketum DPP PAN itu untuk datang ke Pontianak guna melantik pengurus DPW PAN Kalbar dalam waktu dekat. Jika dalam dua tiga hari ini keputusan terkait pencalonan sudah terbit, kemungkinan kedatangan Hatta Rajasa nanti sekaligus juga untuk mengumumkan keputusan DPP tersebut. (ron)
Jum'at, 04 Mei 2012 , 08:48:00
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar